Apa Aturan Pacaran Berdasarkan Agama Islam ?

Posted by Ganas003 on Oktober 19, 2019 in
Pacaran ialah kekerabatan antara laki laki dan perempuan di luar ijab kabul dengan banyak sekali lantaran dan tujuan. Sebab dari seseorang berpacaran salah satunya yaitu lantaran saling mencintai, sudah usang jomblo dan lainnya. Selain dari kaum remaja, berpacaran juga terkadang dilakukan oleh orang yang sudah berumur.
 Pacaran ialah kekerabatan antara laki laki dan perempuan di luar ijab kabul dengan banyak sekali Apa Hukum Pacaran Menurut Agama Islam ?
pasangan burung
Pacaran pada umumnya dilakukan oleh para remaja atau sanggup dikatakan masih ABG atau anak gres gede, akan tetapi orang yang sudah berumur terkadang ada juga yang melakukannya. Sebab dari para remaja lebih secara umum dikuasai dalam berpacaran, lantaran remaja memiliki pikiran yang masih anak anak akan tetapi hasratnya sudah ibarat dewasa. Akalnya tidak sanggup mengontrol hasrat kedewasaanya, hasilnya terjadilah yang disebut gejolak anak muda.

Oleh lantaran itu para orang bau tanah hendaknya mengawasi dan membimbing buah hatinya dikala masa remaja. Selain itu bagi para remaja hendaknya selalu meminta bimbingan dari orang bau tanah dan ustaz untuk menjadi orang yang berhasil. Cara semoga terhindar dari kelakuan yang negatif ialah dengan rajin melaksanakan salat setiap hari, berdasarkan yang disampaikan oleh Nabi.

Sedangkan pacaran sendiri berdasarkan aturan agama islam ialah haram, lantaran sesuai isi dalam Al Qur’an yaitu “ janganlah mendekati zina “. Mendekati zina diartikan bahwa semua hal yang memancing kita untuk melaksanakan perbuatan zina. Misalnya ibarat pacaran, berbicara dengan bukan mahrom dengan tanpa ada  hal urusan.

Selain itu intinya melihat perempuan bukan mahrom ialah hukumnya haram, jadi bila kita lakukan maka kita akan mendapat dosa. Ada juga ulama’ yang menyampaikan bahwa bunyi dari perempuan lain ialah termasuk aurat yang dihentikan kita dengarkan. Maka hendaklah kita menjaga diri kita semoga menjadi potongan dari orang yang selamat.

Akan tetapi bila kita ingin mendekati perempuan lain dengan tujuan baik contohnya ingin mengajak menikah atau ta’aruf maka diperbolehkan. Akan tetapi dihentikan bekerjasama secara eksklusif sebelum hingga ijab kabul dilakukan. Kita boleh melihat calon istri kita pada wajah dan telapak tangannya untuk menjadi pertimbangan sebelum memutuskan menikah dengannya, itupun ditemani oleh keluarga kedua belah pihak atau setidaknya dari pihak perempuan saja.

Agar kita terhindar dari kekerabatan lawan jenis yang diharamkan maka kita harus menjaga indra indra kita kontak dengan perempuan lain. Karena kekerabatan pacaran diawali dari pandangan mata, kemudian indra indera pendengaran atau ingin berbicara dengannya dan selanjutnya indra lainnya. Untuk itu pencegahan pertama yaitu dengan menahan pandangan kita dan pendengaran kita. Jika hal tersebut dilakukan maka kemungkinan besar kita akan terhindar dari kemaksiatan atau kekerabatan lawan jenis yang haramkan, semoga bermanfaat untuk para pembaca.